Karies (Gigi Berlubang)

Posted: Mei 8, 2010 in Karies Gigi (dari Berbagai Aspek), Mari Belajar!

Daripada sakit gigi, lebih parah sakit hati, sabda pedangdut Alm. Meggy Z. yang saya rasa CEO Jawa Pos yang sekarang juga Dirut PLN Dahlan Iskan juga setuju.. hehe..

Tapi ya, kita semua setuju kalo gigi yang lubang itu bisa bikin sakit, ini teori awam. Yang perlu disadari itu adalah, kalo udah sampai sakit, berarti ya.. infeksi sudah berlangsung lama tanpa kita sadari. Kecenderungan paradigma..

“Ntar aja lah kalo sakit baru ke dokter gigi, masih ada obat ini, ngapain ke dokter gigi? Ngabisin uang aja, mendingan buat makan”

Ternyata tertanam kuat ke banyak penderita yang pernah saya hadapi dan tangani, dan hasilnya? Giginya rusak berat (paling ngga karies profunda deh… perforasi lagi) dan membutuhkan perawatan yang cukup kompleks kalo mau dirawat, tapi kalo mau dicabut sih ayo aja…

Skip the therapy.

Oke, sekarang kita bahas aja soal gimana gigi bisa berlubang, atau yang kita sering sebut sebagai karies gigi. Sebenarnya, tubuh sudah memiliki respon yang cocok untuk mengatasi masalah gigi berlubang ini, yaitu dengan komponen radang di sistem imun.

Dari penuturan diatas bisa ditarik kesimpulan kalo masalah infeksi gigi bisa timbul (bukan pelawak almarhum) akibat pengaruh dari kondisi yang ngga saling dukung antara host, agent, dan environment-nya.

Analisanya :
1. Kalo sistem imun ngga bagus, otomatis respon keradangan juga ngga akan optimal ngelawan agent, (dalam hal ini bakteri) kan? Akibatnya proses infeksi terus berlanjut.
2. Kalo jumlah dan virulensi bakteri ternyata lebih heboh daripada sistem imun kita, maka jelas sudah yang bakal kejadian ya bakteri semakin kuat aja menginvasi jaringan pulpa dan seterusnya.
3. Apalagi kalo didukung seneng banget sama yang manis-manis (misalnya Dian Sastrowardoyo, Fanny Fabriana, Amie Sutant host Paradiso Trans 7.. ups!! Maksudnya makanan manis yang mengandung sukrosa tinggi!! Hehe…) dan sering ngga gosok gigi abis makan dan sebelum tidur, lengkaplah sudah kamu bikin cagar alam bakteri tuh di gigi! Awet dan akan terus beranak pinak deh mereka…

Terus terapinya gimana? Terapi definitifnya ya karena kita udah analisa kemungkinan-kemungkinan sumber permasalahan tadi, kamu sebagai dokter gigi yang udah pernah baca diktat dan ngerti isinya ya pasti tau dong harus gimana?
Standarnya sih ya hilangkan penyebab utama, beri perawatan kuratif hingga rehabilitatifnya, terus terapi farmakologi bila perlu, sesuaikan aja sama tingkat keparahan kasusnya.
Dari tulisan diatas saja belum cukup lho untuk ngeyakinin pasien dan kamu sendiri kalo kamu tuh dokter gigi.. baca buku diktat itu perlu.. tapi lebih perlu lagi kamu ngerti sama isinya..

Kalo gitu coba yuk kita masuk lebih dalam, lebih dalam lagi.. ke jaringan pulpa. Apa saja sih yang sebenarnya terjadi? Kok bisa mati tu gigi? (yang kata orang pinter disebut nekrosis pulpa/gangren pulpa). Katanya ada respon radang yang definisinya (menurut maklumat beberapa pendapat dosen dan teman-teman) ”Radang adalah respon aktif tubuh terhadap adanya jejas”? Mana coba? Mati-mati aja tuh gigi.. terus apa bisa dicegah matinya gigi?

Yap! Dari sini kita udah bisa menyimpulkan bahwa FAQ (Frequently Asked Question) seputar gigi berlubang atau karies itu ya itu-itu aja.. pasien juga berhak tau lho gimana jalannya, karena dari situ dia dan kamu bisa milih mau dirawat seperti apa kasus gigi berlubangnya.

Masih berkaitan dengan mind-map diatas, jadi saya sarankan untuk memahami konsep itu dalam membayangkan proses karies berikut yang saya beri nama :

KONSEP TERJADINYA KARIES HINGGA MENYEBABKAN KEMATIAN PULPA
(baca di halaman yang lain ya..)
Terima Kasih!

Jangan berhenti belajar, anak bangsa!
Salam Sejawat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s