Konsep “Host-Agent-Environment”

Posted: Mei 8, 2010 in Mari Belajar!

Konsep ini saya dapat dan diplesetkan dari hasil diskusi bolak-balik dengan salah satu dosen di almamater, sebenarnya waktu itu saya sedang diuji, pra ujian profesi, dan kebetulan saya memang tertarik dengan konsep dasar timbulnya penyakit ini,

Katanya orang pinter,

“Interaksi Host, Agent dan Environment adalah… Antara ketiga komponen (host, agent dan environment) terdapat keseimbangan yang disebut keseimbangan ekologi. Mengingat kompleknya interaksi antara hospes, penyebab dan lingkungan tadi, maka tidak ada satupun jenis penyakit yang hanya disebabkan oleh satu faktor saja, selalu ada beberapa faktor yang saling berinteraksi dan akhirnya menimbulkan penyakit (multiple causation of disease)”

Ehm..ehm… lalu kata saya, (dalam hal ini saya mengasumsikan bahwa konsep ini terjadi di semua masalah kehidupan, bukan hanya teori sehat-sakit).

“Host, agent, dan environment itu harus saling mendukung kalo ngga pengen jadi masalah.”

Kita ambil satu contoh ringan ya? Misalnya … KELAPARAN … hehe… siapa sih yang ngga pernah kelaperan?? Masalah utama anak kos nih… selain telat bayar kos…

Mari belajar menganalisis timbulnya kelaparan ini :
1.Kelaparan bakal kejadian kalo kondisi perut kita kosong, setuju?Yak bagus…
2.Kelaparan bakal kejadian kalo pas perut kosong tiba-tiba semerbak wangi bawang bumbu nasi goreng menggoda hidung, merasuk sukma, dan bikin iler meluap… setuju lagi?Syiipp… dan yang ke…
3.Kelaparan bakal kejadian dan bertambah parah ketika ternyata kita mencium wangi bawang bumbu nasi goreng menggoda hidung, merasuk sukma, dan bikin iler meluap tadi pas jam makan siang, lewat kantin dimana banyak mahasiswa dan dosen memanjakan lidahnya, buka dompet ternyata tinggal 5 ribu, ngga ada sobat yang bisa diutangin, huff… dan ya… masih punya utang fotokopian sebanyak empat ribu dua ratus lima puluh rupiah… yang artinya? Ya LAPER GILA kali! Kamu harus setuju! Hehe… kok marah-marah… maklum, penulis lagi curhat…

Mari tinggalkan penulis yang marah-marah karena kelaparan…

Oke, kalo mau dianalisa dan dipahamin,
1. Poin 1 diatas itu masuk kategori host lho… kenapa? Ya, karena dorongan rasa lapar itu datang dari perut kita yang ngga ada isinya selain enzim-enzim, terus otak mensinyalir di hipotalamusnya bahwa ini adalah LAPAR. Semua proses ini terjadi di dalam tubuh kita kan? Pengaruh reaksi enzim pencernaan, konduksi impuls ke otak, penerjemahan impuls oleh otak, itu semua terjadi di tubuh kita sebagai pejamu (host) kan… coba kalo perut penuh? Sinyal reaksi enzim pasti beda, sinyal yang dikirim ke otak juga pasti beda, dan otak pasti juga beda menerjemahkannya… tahu kan? Ya KENYANG…
2. Udah perut kosong, si ibu penjual nasi goreng kantin pake semangat banget lagi gorengnya… sampe wangi banget itu bawang… hmh… nah ini yang dimaksud agent. Wangi bawang tadi datangnya dari bawang goreng khas wajan si ibu kantin, melalui media angin berhembus, dan singgah di hidung yang ngga mancung ini… hasilnya? Otak kita mendefinisikan bahwa ya.. ini wangi bawang nasi goreng ibu kantin yang lezat, membuat nafsu makan menggila, dan rasa lapar jadi lebih beringas! Coba kalo si ibu kantin diem aja, kipas-kipas sambil menguap di pojok kantin, ngga bakal dah tu wangi mampir dan bikin perut tambah senewen.
3. Pas jam makan siang, lewat kantin dimana banyak mahasiswa dan dosen memanjakan lidahnya, buka dompet ternyata tinggal 5 ribu, ngga ada sobat yang bisa diutangin, masih punya utang fotokopian sebanyak empat ribu dua ratus lima puluh rupiah, secara sadar kita, ini adalah lingkungan (environment) sekitar yang mampu menimbulkan dan mungkin bisa memperparah kondisi perut yang bergejolak kelaparan kalo kita ngga ngambil keputusan untuk ngga lewat kantin…

Nah, dari 3 rangkaian tadi, bisa diinduksikan bahwa kita bisa LAPAR kalo ketiga rangkaian itu dalam kondisi yang ngga oke, kalo aja ketiganya oke, pasti yang terjadi bukan sebuah MASALAH, namun sebaliknya, yaitu SOLUSI.. dalam hal ini yaitu KENYANG… hehe…

Yap! Sekarang tarik nafas dalam-dalam…
Hembuskan perlahan…
Ulangi 3 kali…

(masih laper? Sana makan gih!)
Hehe…
Kira-kira gitu deh konsep dasar saya kalo mau analisa masalah, terkesan sedikit ber-filsafat-kah? Ya memang terkesan agak absurd dan sederhana banget sih… tapi Alhamdulillah hasilnya baik kok untuk analisa masalah kesehatan, dalam hal ini karena saya orang kedokteran gigi, ya seputar gigi-gigi deh… coba terapin di lembar-lembar kasus saya yang lain ya!
Terima Kasih!
Jangan berhenti belajar, anak bangsa!
Salam Sejawat.

Komentar
  1. Rwt Naz mengatakan:

    Asslm. ka, izin copas y,,tp untuk konsumsi pribadi kok,,,,,,kbetulan lg ada tugas,,,,trus pas bgt kaka ngebahas tugas saya,,,,,,,,,thanks ilmu’y y ka…….bermanfaat bgt,,,,^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s