KONSEP TERJADINYA KARIES HINGGA MENYEBABKAN KEMATIAN PULPA

Posted: Mei 8, 2010 in Karies Gigi (dari Berbagai Aspek), Mari Belajar!

Ehm…
Pada suatu ketika, terbentuklah selapis tipis biofilm yang melekat pada enamel gigi yang kita sebut plak, dari mana coba?? Dari dulu? Dari tadi? Dari pasar? Hehe.. baca diktat periodonsia ya.. Carranza deh, soalnya saya lagi bahas kariesnya..

Seperti yang kita tau, dengan adanya plak, maka bakteri semacam Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, dkk dapat dengan mudah nempel ke gigi tuh… kok bisa?? Hehe.. baca diktat periodonsia ya.. Carranza deh, soalnya saya lagi bahas kariesnya.. (Ggrrr.. awas kalo ketemu penulisnya!). Nah, pada fase ini sebenarnya udah bisa dihambat prosesnya dengan cara rajin sikat gigi biar itu plak ngga pada nempel.

Terus lanjut! Secara alamiah, bakteri-bakteri tersebut mampu memetabolisir gula, dalam hal ini sukrosa, menjadi unsur asam yang dapat menyebabkan demineralisasi jaringan keras gigi yang menyebabkan gigi sedikit demi sedikit berlubang. Bayangin kalo bakterinya banyak, gigi jarang disikat, makan dodol buat sarapan dan makan malem, caramel-holic pula.. proses perlubangan akan lancar jaya sumber makmur terang abadi!

Abis enamel apa anak-anaaak?? Dentiiiinn paaaakkk!!!
Yap, secara anatomis emang gitu, dan kalo saya boleh kasih tahu (kalo ngga mau tahu, kasih tempe deh..), tahu kan tubulus dentin? Yang katanya bisa jadi mechanical interlocking kalo mau numpat komposit? Yang di-etsa itu lho.. wah ternyata dalam kondisi normal, dalam tubulus dentin itu ada cairannya lho.. yang berfungsi sebagai penghantar sensasi termal, kimia, dan fisik untuk dilanjutkan ke jaringan syaraf dalam pulpa. Jadi kalo ditanya kapan sebenernya radang udah mulai memainkan peran? Ya waktu bakteri udah terlibat dalam proses perlubangan jaringan keras juga udah direspon sama reaksi radang.. makanya ada fase yang kita sebut Pulpitis Reversibel..

Katanya orang pinter :
“Definisi pulpitis reversibel adalah suatu kondisi inflamasi pulpa ringan sampai sedang yang disebabkan oleh adanya jejas, tetapi pulpa masih mampu kembali pada keadaan tidak terinflamasi setelah jejas dihilangkan. Rasa sakit biasanya sebentar, yang dapat dihasilkan oleh karena jejas termal pada pulpa yang sedang mengalami inflamasi reversibel, tetapi rasa sakit ini akan hilang segera setelah jejas dihilangkan.”

Sederhananya, yang terjadi adalah, ketika bakteri mulai melakukan proses invasinya dengan enzim yang bersifat asam miliknya, reaksi radang sudah mulai terasa, misalnya agak-agak sakit dikit, padahal kok lubangnya kecil, kadang sakit kadang ngga, disikatin reda.. di fase ini yang kelihatan hanya beberapa gejala dari cardinal symptoms dan itupun samar.

Karena samar inilah, orang ngeremehin tanda-tanda ini yang sebenernya udah harus diwaspadai.. apalagi terus minum anti-nyeri, enak dikit dah dipake makan dodol lagi, dipake ngemut coklat lagi, sikatan besok aja daaahh.. ya udah deh lanjut ke taraf Pulpitis ireversibel yang kerusakannya mulai parah dan ngga bisa kembali ke kondisi semula lagi.

Waktu bakteri udah mulai mencapai jaringan pulpa, dan merusak apapun yang ada disana dengan enzim hyaluronidase-streptokinase-streptodornase milik S.mutans, yang pertama kejadian pada vaskularisasi pulpa gigi adalah vasokonstriksi pembuluh darah intrapulpa yang tujuannya memperkecil ruang masuk bakteri dan sekalian merupakan rangkaian proses hemostatik akibat kerusakan jaringan. Jangan dianggap ngga ada kompensasinya lho.. dengan vasokonstriksi ini, dampak negatifnya yaitu terjadi iskemia lokal di jaringan yang lebih koronal, yang hasilnya proses perbaikan jaringan tidak memuaskan dan malah menyebabkan terjadinya nekrosis jaringan tersebut serta secara tidak langsung menyediakan habitat yang cocok buat bakteri.

Setelah itu, terjadi kondisi yang disebut vasodilatasi yang merupakan efek dari mediator-mediator keradangan seperti histamin, bradikinin, dan prostaglandin. Tujuannya untuk meningkatkan permeabilitas pembuluh darah agar dapat terjadi eksudasi cairan plasma keluar pembuluh darah menuju ke jaringan. Eksudasi ini ”mengizinkan” makrofag menunaikan tugasnya untuk memfagosit bakteri, kalo menang ya proses infeksi berhenti, kalo ngga menang alias kalah perang ya proses infeksi karies akan terus berlanjut menuju ke jaringan yang lebih profunda, kalo proses ini terus berlanjut dan tidak tertangani maka dapat menyebabkan kematian pulpa secara progresif.

Kalau sudah mengalami kematian pulpa gitu, terapinya bisa dirawat saluran akarnya untuk membuang jaringan-jaringan yang mati tersebut, atau dicabut. Di pertemuan berikut akan saya angkat beberapa catatan tentang infeksi di daerah periapikal beserta komplikasi dan prinsip terapinya.

Terima Kasih!
Jangan berhenti belajar, anak bangsa!
Salam Sejawat.

Komentar
  1. Anggun mengatakan:

    manthappp ^_^

  2. indah mengatakan:

    Thx a lot for your information…

  3. indah mengatakan:

    FKG UA Mantap!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s