Dental Granuloma dan Terapinya

Posted: Juni 1, 2010 in Mari Belajar!, Penjalaran Infeksi Odontogen

Mari memasuki mode harfiah, kata dental berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan gigi, kata granul/granula berasal dari jaringan granulasi, dan imbuhan oma identik dengan pembengkakan, jadi, secara harfiah sederhana, dental granuloma adalah pembentukan jaringan granulasi secara berlebihan sebagai respon rangsangan infeksi gigi (untuk anda yang tidak setuju dengan definisi ini, memang dipersilahkan untuk membaca diktat anda kembali, dan menggunakannya sebagai pegangan hidup praktek anda, karena definisi disini digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran saya saja.. hehe..).

Dari 4 kondisi kelainan periapikal yang dapat terjadi sebagai manifestasi infeksi pulpo-periapikal (sekedar mengingat kembali, ada 4 kondisi yang mungkin terjadi ketika infeksi mencapai jaringan periapikal, bisa jadi Dental granuloma, Abses periapikal, Kista, atau Osteomyelitis), dental granuloma adalah kondisi yang paling ringan dan paling sedikit menimbulkan gejala yang mengganggu, bahkan mungkin pasien sendiri tidak sadar bahwa ia mengidap (jiiiaaahhh… mengidap… AIDS emang??) iya deh iya.. memiliki dental granuloma.

Saluran pulpa yang sempit menyebabkan drainase yang tidak sempurna pada pulpa yang terinfeksi, namun dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan menyebar kearah jaringan periapikal secara progresif (Topazian, 2002). Ketika infeksi mencapai akar gigi, jalur patofisiologi proses infeksi ini dipengaruhi oleh jumlah dan virulensi bakteri, ketahanan host, dan anatomi jaringan yang terlibat.

Pada kondisi host yang cukup baik, dan kebetulan memang virulensi bakteri yang menginfeksi rendah, seringkali menciptakan kondisi yang disebut dental granuloma ini.

Bagaimana prosesnya?

Seperti yang kita ketahui, proses keradangan akan selalu menjadi pasukan garda depan dalam mengeliminasi “sesuatu” yang dianggap akan membahayakan sel, jaringan, atau lebih luasnya lagi; tubuh. “Sesuatu” ini sering kita sebut sebagai jejas. Proses keradangan dibagi menjadi 2 kondisi; akut dan kronis. Ada juga beberapa diktat yang menyebutkan 3 kondisi; akut, sub-akut, dan kronis. Dalam kondisi dental granuloma ini, proses keradangan yang terjadi adalah keradangan kronis.

Keradangan kronis bisa terjadi pada kondisi infeksi dengan virulensi bakteri ataupun jumlah bakteri yang rendah, serta kemampuan tubuh / host dalam mengatasi infeksi tersebut dalam kondisi yang baik. Yang terjadi pada bakteri bervirulensi rendah ini ketika memasuki regio periapikal adalah terhentinya aktivitas bakteri secara terputus-putus (nyambung-ngga-nyambung-ngga), akibat respon keradangan kronis yang mekanismenya berupa aktivasi sel-sel radang kronis untuk mengeliminasi bakteri, disertai pembentukan pembuluh darah baru, dan pembentukan jaringan granulasi di regio yang terlibat.

Dental granuloma (bagi yang pernah melakukan / pernah melihat ekstraksi gigi dengan dental granuloma di apeks giginya) berbentuk kurang lebih seperti bakso kasar/buah anggur, bergranul-granul, kadangkala terlihat agak putih, atau bisa jadi berlumuran darah berwarna merah gelap.

Proses terbentuknya dental granuloma; sederhananya, mari membayangkan sebuah apeks gigi, dan dari foramen apikalnya keluarlah seekor bakteri (seekor.. padahal untuk mampu merusak jaringan, dibutuhkan banyak bakteri, sederhananya, inilah salah satu kondisi yang menurunkan virulensi bakteri, yaitu kalah jumlah), sejak awal kedatangannya, bakteri ini sudah dihadang oleh sel radang kronis, lalu dieliminasilah dia.. lalu berikutnya terbentuklah pembuluh darah baru di daerah yang sempat didatangi bakteri tadi (hal ini lumrah adanya, karena setiap bakteri memiliki enzim yang memang tetap saja mampu merusak jaringan) dengan tujuan agar transpor nutrisi dan oksigen dapat berlangsung kembali dengan baik, sehingga proses repair jaringan dapat terjadi. Untuk melindungi pembuluh darah baru tadi, yang notabene rapuh karena memang masih muda, maka dibentuklah jaringan granulasi yang tersusun atas jaringan ikat, agar mampu melindungi pembuluh darah baru tadi dalam melakukan perannya sebagai media perantara perbaikan jaringan.

Seharusnya, proses infeksi berhenti sampai disini, namun virulensi yang rendah bukan berarti jumlah (kuantitas) bakteri yang sedikit saja, bisa jadi jumlah (kuantitas) bakteri yang cukup banyak, namun kemampuan (kualitas) mereka untuk merusak jaringan yang menurun.

Mari membayangkan kembali apeks gigi diatas, bedanya, kali ini sudah ada satu bundel jaringan granulasi yang terbentuk akibat adanya invasi bakteri tadi. Eh.. ternyata ada lagi bakteri yang keluar dari apeks gigi.. cukup banyak pula.. dan terulanglah fase keradangan kronis yang sama seperti yang dijelaskan diatas, sehingga terbentuklah jaringan-jaringan granulasi baru yang ber-bundel-bundel. Eh.. ada lagi bakteri yang turun dari apeks.. lalu segera proses keradangan kronis menghadang dan terulang kembali pembentukan jaringan granulasinya.. karena proses infeksi ini bersifat terputus-putus dan kualitasnya ringan, maka proses keradangan ini akan berjalan secara terus menerus pula, dan menghasilkan bentukan berupa semacam buah anggur di apikal gigi yang disebut dental granuloma.

Biasanya dental granuloma dapat berkembang karena adanya karies besar dan perforasi dalam jangka waktu yang lama, mungkin pernah sakit, namun hanya diberikan terapi anti nyeri, saat nyeri mereda, alih-alih pergi ke dokter gigi untuk merawat giginya, tapi dibiarkan saja karena merasa kondisi badannya saat itu memang sehat-sehat saja. Hal-hal semacam ini sebenarnya tidak saja memungkinkan terbentuknya dental granuloma, tapi bisa juga menjadi abses, kista, atau osteomyelitis, tergantung interaksi dari host, agent, dan environment-nya.

Bagaimana terapi dental granuloma? Biasanya dilakukan ekstraksi dengan maksud mengeliminasi penyebab utamanya yaitu karies besar yang mengandung banyak bakteri perusak, lalu dilanjutkan dengan melakukan kuretase di sekeliling soket terutama daerah apikal gigi.

Terima Kasih!

Jangan berhenti belajar, anak bangsa!

Salam Sejawat.

Komentar
  1. lia mengatakan:

    ok deh artikelnya…
    saya ada pertanyaan :
    1. klo pada saat ektraksi granolomanya tdk terbawa gmn?apa keradangannya dpt berlanjur atw tdk?
    2. setau saya selain ekstraksi dapat jg dilakukan PSAkan?knp harus diekstraksi apa lg jika kondisi giginya masih bagus sayangkan untuk diexo,menurut anda bgm?
    3. ok bgt blognya…tx

    • gilangrasuna mengatakan:

      jawaban :
      1. tentu saja bisa berlanjut.. karena belum bersih.. maka sangat dianjurkan melakukan kuretase yang adekuat setelah pencabutan guna menghilangkan sisa-sisa jaringan granulasi yang ada.
      2. memang bisa PSA atau exo, sama2 baik menurut saya.. perbedaannya cuma di tahapan perawatan, kalau pasien ngga menghendaki perawatan yang rutin (PSA kan perlu waktu berulang, kontrol, dkk), maka exo bisa jadi pilihan, namun kalau pasien bersedia dan menghendaki ngga dicabut, ya PSA bisa menjadi pilihan. Titik berat PSA dalam penanganan granuloma ini sebaiknya dipastikan bahwa eksterpasi harus baik, preparasi saluran akar harus tepat, sehingga mampu tecipta seal yang baik ketika pengisian. Supaya tidak terjadi kebocoran dan malah menimbulkan keluhan lagi.
      3. terima kasih! sukses selalu ya!

  2. eva mengatakan:

    Saya mau tanya:
    1. saya dahulu pernah melakukan perawatan akar gigi, kemudian ditambal. setelah ditambal, gigi tambalan tersebut pecah. Saya bawa lagi ke dokter,kata dokternya ada kebocoran pd akar gigi saya, saya bingung maksudnya kebocoran gimana? dokter gak mau menjelaskan&sy melihat ada yng disembunyikan dari saya.
    2. Setelah beberapa tahun, gigi tambahan itu pecah lagi, sy priksa ke dokter lain lagi karena kebetulan pekerjaan sy harus pindah. Dokter yg terakhir mengatakan, stlh dirontgen, ada dental granuloma. fotonya berwarna hitam disekitar akar gigi saya to katanya blm parah. sy dirujuk ke dokter spesialis perawatan gigi, tp krn jaraknya agak jauh dari rumah saya, jd sampai sekarang sy belum kesana.
    apa sih sebenarnya efek dari granuloma?
    berapa biaya untuk perawatan menghilangkan granuloma sy tsb?soalnya yg saya tangkap dr keterangan dokter itu biayanya sukup mahal.
    3. Apakah setelah sembuh granuloma saya, gigi sy msh bs ditambal?
    4. Apa sebaiknya solusi untuk saya? saya bingung.
    Terimakasih sebelumnya untuk jawabannya.

    • gilangrasuna mengatakan:

      Mbak Eva,
      saya mencoba menjawab :
      1. Kebocoran setelah perawatan saluran akar memang bisa terjadi karena berbagai macam faktor, setiap saluran akar diibaratkan semacam saluran namun tidak sehalus permukaan dalam selang air, bahan pengisi saluran akar tadi seharusnya memang mengisi penuh saluran akar, namun karena banyak faktor, bisa jadi ada beberapa bagian yang memang tidak sempat terisi penuh dan membuat “jalan” bagi kuman2 sekitar untuk masuk ke dalam saluran akar. hal demikian memang kadangkala terjadi, namun dapat teratasi dengan dilakukan perawatan saluran akar ulang.
      2. Granuloma seperti yang saya singgung di tulisan saya, memang sebuah kondisi yang kronis, juga tidak terlalu signifikan menimbulkan gejala, sbenarnya efek langsung adalah mbak eva membiarkan proses infeksi terus berjalan dalam gigi mbak, dimana disana ada keterlibatan kuman secara langsung, meskipun mungkin tidak terlalu dirasakan, namun tetap berjalan proses infeksinya sebelum dilakukan perawatan yang tepat, karena ber”label” proses infeksi, maka tentu saja akan ada kemungkinan-kemungkinan lanjutan yang menyertai apabila tidak dirawat, salah satunya bisa kista odontogen, jadi sebaiknya segera dilakukan perawatan.
      mengenai biaya dapat dikonsultasikan pada dokter yang merawat ya mbak.. hehe.. karena mungkin tidak hanya melakukan perawatan saluran akar ulang saja, mungkin ditambah dengan prosedur “apeks reseksi” untuk menghilangkan granuloma secara permanen, nah untuk itu dapat ditanyakan pada dokter yang merawat.
      3. Gigi dapat ditambal apabila sisa gigi yang ada memungkinkan untuk diberikan bahan tambalan atau bahan restorasi, tergantung pada dokter yang merawat mbak eva.
      4. solusi yang dapat saya sarankan adalah segera kunjungi dokter gigi terdekat dan ceritakan masalah mbak, lebih cepat lebih baik.
      Terima kasih kembali.
      semoga lekas sembuh, semoga bermanfaat.

  3. Rudi Hariyanto mengatakan:

    Mas gilang saya mau tanya. Pada dua gigi seri saya terdapat granuloma dan abses. Lalu oleh operatornya (masih koas) dilakukan PSA dan diberikan calcipex II (Ca(OH)2). Besar granulomanya sekitar/berdiameter 7mm dan yang abses mengeluarkan darah dan nanah sampe keluar gusi. Pertanyaan saya, kira2 berapa lama untuk mengobatinya sampai selesai? Sampai kah berbulan-bulan? Saya berobat di RSGMP FKG UI. Pengetahuan mengenai granuloma dan abses sudah saya ketahui dari membaca di web dan bertanya kpd operatornya. Terima kasih mas, salam hangat -Rudi Hariyanto-

    • gilangrasuna mengatakan:

      Salam, pak rudi hariyanto, mohon maaf baru sempat membalas.

      Sebetulnya jika bapak merawatkan gigi bapak di praktekan pribadi atau swasta diluar RSGMP FKG Unair bisa jadi satu hari selesai dengan biaya yang jauh lebih besar ketimbang di RSGMP. namun karena bapak merawatkan di RSGMP yang notabene adalah rumah sakit pendidikan, maka ada beberapa tahapan tahapan yang memang harus diberikan supervisi oleh dokter gigi dokter gigi spesialis yang ada di rumah sakit tersebut. hal ini dikarenakan bahwa dalam sebuah rumah sakit pendidikan sudah tentu harus melakukan prosedur se ideal mungkin dan serapi mungkin. nah dalam hal ini memang diperlukan kesabaran dan ketelatenan untuk menjalani perawatan, lazimnya tidak sampai berbulan bulan pak.. silahkan dikonsultasikan pada operator/mahasiwa KOAS yang merawat bapak.
      Semoga lekas sembuh.

  4. anisa mengatakan:

    mz saya mau ty..efek jika pengobatan granulomanya tidak adekuat apa c?lalu untuk mengetahui bahwa pengobatan granulomanya sudah adekuat gimana?
    Saya kan habis cbut gigi,kata dokternya ada granulomanya.setelah dicabut perdarahannya tidak berhenti-berhenti,dokter sempat curiga ada granuloma di bagian radik yg masih tertinggal bahkan sempat akan dilakukan kuret tp setelah ditunggu perdarahannya mulai berkurang walau belum juga berhenti lalu dokter memutuskan tidak jadi dilakukan kuret..menurut saran anda,saya harus gimana?trimz..

    • gilangrasuna mengatakan:

      Seharusnya sebelum dilakukan pencabutan, difoto rontgen dulu, sehingga operator bisa lebih yakin keadaan di dalam gigi seperti apa, sebenarnya granuloma itu terapinya sederhana kok.. ekstraksi giginya, dikuret langsung, trus kasi resep obat deh.. ndak sampai bolak balik dateng..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s