Oral Medicine – Lesi Merah & Lesi Putih

Posted: Juni 11, 2010 in Mari Belajar!, Penyakit Mulut
LICHEN PLANUS LEUKOPLAKIA ERITHROPLAKIA
Etiologi Reaksi autoimun (limfosit T merusak lapisan sel basal epitel)

Genetik, faktor lingkungan, obat dan “lifestyle”

Diduga ada pengaruh imunologi seluler

Sering didapatkan pada penderita diabetes melitus dan penyakit liver

Reaksi protektif terhadap iritasi kronis

Tembakau

Mikroorganisme (Candida albicans, HPV, EBV)

Tidak jelas
Pencetus Stress dan emosional Tembakau, alkohol, sifilis, defisiensi vitamin, ketidakseimbangan hormon, galvanisme, gesekan kronis, kandidosis Rokok, alkohol, HPV
Ciri khas Wickham’s striae pada lesi intraoral.  Pada kulit, lesinya seperti “spider” warna merah pada fleksor dan kulit kepala. Lesi bilateral. Rete pegs seperti gergaji
Klinis Penyakit kulit yang memiliki manifestasi di rongga mulut

Beberapa bentuk lesi yang nampak adalah hiperkeratosis,hiperparakeratosis, hiperorthokeratosis, erosi atau bula.  Bentuk yang hiperkeratosis adalah bentuk yang paling umum. asimtomatik, gatal,  terasa kasar, paling banyak ditemui pada mukosa bukal dan lidah.   Pada lesi yang hiperkeratosis terdapat pola2 jala yang khas disebut Wickham’s striae

Mukosa terasa tidak nyaman terutama saat makan makanan pedas dan makanan asam.

Distribusi bilateral pada permukaan fleksor dari ekstrimitas

Plak putih tidak dapat dikerok/dihapus pada mukosa mulut ada yang homogen, berkerut-kerut dan ada yang verukos. Daerah-daerah yang paling sering terkena adalah lateral dan ventral lidah, dasar mulut, mukosa alveolar, bibir, palatum lunak dan attached gingiva. makula merah terang atau plak datar, batas jelas, tekstur permukaan seperti beludru, dapat disertai bercak putih atau sebaliknya, asimtomatik. Paling sering ditemukan pada lipatan mukobukal mandibula, orofaring dan dasar mulut. Merahnya lesi adalah akibat dari atrofi mukosa yang menutupi submukosa yang banyak vaskularisasinya.
HPA Ada 3 gambaran penting:

-hiperkeratosis/hiperorthokeratosis

-penebalan lapisan granular dan rete pegs seperti gergaji

-degenerasi liquefaction (nekrosis pada lapisan sel basal)

Ada rentang perubahan histologis yang luas pada leukoplakia mulai dari hiperkeratosis tanpa displasia epitel hingga displasia epitel squamous dan larsinoma in situ. Displasia parah, karsinoma in situ, karsinoma sel skuamous yang invasif.

Atypia sel dalam jumlah banyak disertai atrofi epitel

Atypia sel pada seluruh lapisan epitel (Ca in situ

Pemeriksaan -pemeriksaan klinis

-biopsi (u/ tipe erosif dan atrofik)

-immunofluorescen (bereaksi + dgn anti IgM, IgA, dan IgG, adanya deposit subepithelial dari fibrinogen dan substansi antigen terkait yang diwarnai dengan antisera antifibrinogen)

-pemeriksaan klinis

-biopsi

-pemeriksaan klinis

-biopsi

Perawatan -Restorasi sekitar lesi untuk eliminasi reaksi lichenoid di bongkar (amalgam, composit)

-Stop alkohol dan tembakau

-Topikal kortikosteroid

-eksisional biopsi pada lesi erosif yang kronis

-analgesik topikal

-immunosuppresan

-Perbaiki oral hygiene

-Eliminasi faktor predisposisi

-Sebelum perawatan harus dibiopsi untuk mendeteksi displasia epitel bila perlu marker biologi molekuler

-Eksisi lengkap dengan laser CO2 atau kryosurgeri

Bila luas :

Asam retinoat 13 cis 1 mg/kgBB untuk 2 – 3 bulan

Asam retinoat selusion atau krim in orabase

-Bila tanpa displasia akan sembuh dalam 2 – 3 bulan

DD Leukoplakia, kandidosis Denture stomatitis
Penulisan resep Kortikosteroid 20 – 40 mg/hr. 2 – 3 minggu kemudian taper mg sampai 5 mg/hr.

Azathioprine 50 – 100 mg/hr dan cyclosporine 3 – 5 mg/hr

Rujukan Dermathologist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s