Penyakit-Penyakit yang Memerlukan Perhatian Lebih dalam Perawatan Gigi Anak

Posted: Juni 12, 2010 in Mari Belajar!, Odontologi Pediatrik

Campak/Measles

Roseola,  rubeola,  morbili,  atau campak 10 hari, merupakan penyakit yang  akut,  exanthemous,  infeksius, dan menular.Campak  disebabkan  oleh  virus  yang dapat  dengan  mudah  menyebar melalui  kontak  langsung  dan  dapat ditransmisikan  dengan  cepat  lewat pernapasan  dari  penderita.  Pertama, virus menyerang  mukosa  respiratori. Kemudian,  mikroorganisme bersirkulasi  dengan  cepat  melalui system  peredaran  darah.  Kulit merupakan  salah  satu  organ  yang paling  sering  terkena  penyakit  ini dengan  cara  invasi  ke  corium  pada awalnya  lalu  ke  epidermis. Ditemukan  juga  bercak  Koplik  pada mukosa  bukal  yang  terjadi  24  jam setelah  erupsi  kutaneus.  Bercak Koplik  ini  merupakan  bentuk  lesi inflamasi pada glandula submukosa.Bayi  berumur  di  bawah  6  tahun seringnya  imun  terhadap  transfer placental  imun  tubuh  dari  ibu. Sebanyak  95%  kasus  terjadi  pada anak  di  antara  umur 6 bulan  sampai 15  tahun.  Diikuti  oleh  periode inkubasi  selama  sekitar  10  hari dimana  berkembangnya  demam dengan infeksi respiratori, batuk, dll. Gejala-gejala  prodormal  ini  diikuti dengan  bercak  macular  yang biasanya  akan  berkembang  menjadi bercak  makulopapular.  Sementara exanthema  dimulai  dengan peneyebaran  pada  wajah  dan  leher, dan  setelah  2-4  hari,  akan berkembang  ke  seluruh  tubuh.  Kulit akan  berubah  menjadi  kecoklatan. Saat  bercak  ini  terjadi,  anak  akan mengalami demam dan juga terdapat rasa  nyeri.  Terdapat  laporan  bahwa jika  dilakukan  ekstraksi  pada  anak yang  mengalami  campak  dalam periode  exanthematous,  maka  dapat terjadi  komplikasi  seperti  soket menjadi  kering,  osteomyelitis, bahkan noma.Selain  bercak  Koplik,  terdapat  juga manifestasi  lain  di  dalam  rongga mulut.  Papilla  pada  lidah  seringkali membesar.  Pada  periode exanthematous,  kadang  terlihat macula  atau  papula  merah  pada langit-langit.  Bahkan  terkadang dapat  mempengaruhi  ameloblast yang  sedang  berkembang  yang  pada akhirnya  akan  menghasilkan hipoplasia  pada  pit,  fissure,  dan groove  yang  dapat  terlihat  bila  gigi sudah erupsi.Tidak  ditemukan  agen  therapeutic yang  spesifik,  akan  tetapi  penyakit ini  selesai  berakhir  secara  spontan. Untuk  pengobatannya,  diindikasikan chemotherapeutic  dan  antibiotic. Campak  merupakan  salah  satu penyakit  yang  harus  diperhatikan dokter gigi dengan alasan :

Gejala  campak, dapat  mengakibatkan disalah artikan  dengan keluhan  masalah  intraoral sesungguhnya. Disarankan  untuk  melakukan perawatan  dental  setelah periode exanthem selesai.

Campak  Jerman  seringnya berkembang  pada  usia  dini.  Periode inkubasi  terjadi  sekitar  2-3  hari. Bercak  merupakan  salah  satu  gejala yang  terlihat.  Pada  awalnya,  bercak makulopapular  muncul  pada  wajah yang kemudian akan berkembang ke seluruh bagian tubuh.Terkadang  bercak  ini  diikuti  dengan pembesaran  gingival  dan  ada  rasa sakit.  Dan  saat  periode  prodormal, terdapat  lesi  purpuric  pada  palatum lunak.   Virus  dapat  menginfeksi ameloblas  yang  sedang  berkembang dan  meninggalkan  bekas  dalam pembentukan pit, fissure, dan groove yang  nantinya  akan  terlihat  setelah gigi erupsi.Tidak  ada  agen  therapeutic  untuk infeksi  virus  ini.  Akan  tetapi,  sama seperti  campak  biasa,  Campak Jerman  ini  juga  berakhir  dengan sendirinya secara spontan.

Kelainan Jantung Anak

Kelainan jantung pada anak dibagi manjadi 2 golongan :

1. Acquired Heart Disease (Penyakit jantung didapat)

2. Congenital Heart Disease (Penyakit jantung bawaan)

Penyebab terbanyak kelainan jantung anak : demam rematik, miokarditis terjadi sbg komplikasi penyakit menular, infeksi mononukleasis, infeksi saluran nafas akut, infeksi virus saluran pencernaan.

Demam rematik : sindrom klinis akibat infeksi beta-streptococcus hemoliticus grup A, gejala : poliartritis migrans akut, karditis, korea minor, nodul subkutan dan eritema marginatum. Penyakit ini berhubungan sangat erat dengan infeksi saluran nafas bagian atas oleh beta-streptococcus hemoliticus gol A.

1. Acquired Heart Disease (Penyakit jantung didapat)

  • Biasanya disebabkan oleh demam rematik ( pd pasien < 40 tahun ), mekanisme belum diketahui.
  • Rentan terjadi bakterial endo karditis (BE), penyebab streptokokus viridans.
  • Predisposisi pada operasi penempatan katup prostetik, infeksi katup jantung terjadi 1-2% pada pasien penderita penyakit jantung.
  • Gejala klinis BE : demam tidak beraturan (sore/tengah malam) & berkeringat, malas, mual, BB turun & arthralgia.
  • Inflamasi/radang pd endokardium meningkatkan kerusakan jantung (suara mur-mur meningkat).
  • Prophilaksis endokarditis harus dilakukan, pada penanganan perdarahan pada gingiva dan mukosa (skeling), operasi bedah yang melibatkan mukosa pernafasan (sinus maksilaris), Insisi dan drainase jaringan yang terinfeksi,  injeksi intraligamen

Kasus yang susceptible BE :

  • Perawatan pulpa gigi sulung -> exo (premature loss -> SM)
  • Perawatan pulpa gigi permanen dg prognose buruk -> exo

2.  Congenital Heart Disease

Macam-macam Penyakit Jantung Bawaan

A. Asianotik -> Shunt / aliran dari kiri ke kanan. Terdiri dari 2 group besar ->

Group I , Contoh :

  • Atrium septal defect (cacat atrium septum)
  • Ventricular septal defect (cacat septum ventrikel)

Manifestasi klinis : gagal jantung, kemacetan paru, berisik jantung, susah nafas, kardiomegali.

Group II, contoh :

  • Aortic stenosis (stenosis aorta)
  • Coarctation of the aorta
  • Patent ductus arteriosus (duktus arteriosus paten)
  • Pulmonary stenosis (stenosis pulmonal)

Manifestasi klinis : susah nafas dan gagal jantung

B. Sianosis : Cacat sejak lahir -> shunt / aliran dari kanan ke kiri.

Contoh :

Transposition of the great vessels (transposisi pembuluh darah besar)

Tricuspid valve atresia (atresia katup trikuspid)

Tetralogy of Fallot (Tetralogi Fallot)

Manifestasi klinis : serangan (-) O2, perkembangan fisik jelek, berisik jantung, clubbing fingers.

Etiologi : Belum diketahui secara pasti, keturunan dan faktor lingkungan, misal : german measles, anoxia.

Insiden :  6-8 / 1000 kelahiran hidup, 1/3 meninggal pd thn ke-1, 70% meninggal bln ke-1

Problema gigi : Karies, penyakit periodontal meningkat (tidak ada yang spesifik).

Perawatan gigi -> PROFILAKTIK ANTIBIOTIK,

Pasien yang termasuk dalam indikasi antibiotik profilaksis

Antibiotik profilaksis pada pasien sehat diindikasikan jika direncanakan untuk melakukan pembedahan di lokasi yang terkontaminasi parah [misalnya, bedah periodontal]. Auto transplantasi gigi juga dapat dilakukan bersamaan dengan terapi antibiotik. Pada pasien immunocompromised, profilaksis semacam itu harus selalu diberikan. Dalam administrasi suatu antibiotik untuk keperluan profilaksis, konsentrasi obat dalam plasma harus jauh lebih tinggi dibandingkan jika antibiotik digunakan untuk tujuan terapeutik. Jadi, dosis profilaktik yang diberikan sebelum pembedahan haruslah dua kali lipat dibandingkan dosis terapeutik.

Antibiotik profilaksis diindikasikan untuk situasi berikut ini:

  • Pasien yang mengalami gangguan jantung akibat endokarditis; banyak pasien yang beresiko menderita endokarditis setelah menjalani perawatan dental, akibat riwayat gangguan jantung.
    The American Academy of Pediatric Dentistry [AAPD] telah menyetujui pedoman pencegahan bakterial endokarditis yang dibuat oleh American Heart Association. Pedoman tersebut menegaskan abhwa anak-anak yang memiliki riwayat administrasi obat-obatan melalui intravena, dan anak-anak yang menderita sindrom tertentu [seperti, Down syndrome, atau Marfan syndrome], beresiko mengalami bakterill endokarditis, akibat anomali jantung.
  • Pasien immunocompromise: pasien semacam ini tidak dapat mentolerir bakterimia transien setelah perawatan dental invasif. Jadi, pasien yang sedang menjalani kemoterapi, iradiasi, atau transplantasi sumsum tulang harus dirawat dengan hati-hati. Kriteria tersebut juga berlaku pada pasien yang mengalami kondisi berikut ini: infeksi human immunodeficiency virus [HIV], defisiensi imun, neutropenia, imunosupresi, anemia, splenectomy, terbiasa mengkonsumsi steroid, lupus eritematosus, diabetes, dan transplantasi organ.
  • Pasien yang memakai shunt, kateter atau protesa vaskuler: bakterimia setelah perawatan dental invasif akan meningkatkan kolonisasi pada kateter atau shunt vaskuler. Pasien yang menjalani dialisis atau kemoterapi, atau transfusi darah, juga sangat rentan terhadap gangguan ini.

Pemilihan antibiotik

Antibiotik oral yang efektif melawan infeksi odontogenik antara lain penisilin, klindamisin, eritromisin, cefadroxil, metronidazole, dan tetrasiklin. Antibiotik-antibiotik tersebut efektif melawan streptococci dan anaerob rongga mulut. Penisilin V adalah penisilin pilihan untuk kasus infeksi odontogenik. Yang bersifat bakterisidal, dan meskipun spektrum aksinya relatif terbatas, agen ini dapat digunakan untuk perawatan indeksi odontogenik. Untuk profilaksis endokarditis, yang berkaitan dengan perawatan dental, amoksisilin adalah antibiotik pilihan.

Amoksisilin yang dikombinasikan dengan asam klavulanat  dapat digunakan dalam kasus-kasus tertentu, karena dapat mempertahankan aktivitas melawan betalaktamase yang biasa diproduksi oleh mikroorganisme penyebab infeksi odontogenik. Klindamisin merupakan salah satu alternatif untuk pasien yang alergi terhadap penisilin. Obat tersebut bersifat bakteriostatik, meskipun secara klinis, dapat diperoleh aksi bakterisidal menggunakan dosis yang umum dianjurkan. Generasi makrolid terakhir, clarithromycin dan azithromycin juga dapat digunakan jika anak alergi terhadap penisilin. Sefalosporin cefadroxil merupakan pilihan tambahan jika dibutuhkan aksi dalam spektrum yang lebih luas.

Metronidazole biasanya digunakan untuk melawan anaerob, dan biasanya diberikan dalam situasi yang dicurigai hanya terdapat bakteri anaerob. Tetrasiklin sangat jarang digunakan dalam praktek kedokteran gigi karena obat-obatan ini dapat menyebabkan perubahan warna gigi, sehingga tidak boleh diberikan pada anak yang berusia kurang dari 8 tahun, atau wanita hamil dan menyusui.

Durasi terapi antibiotik dalam infeksi odontogenik

Durasi ideal terapi antibiotik adalah siklus tersingkat yang mampu mencegah relaps klinis dan mikrobiologis. Sebagian besar infeksi akut akan sembuh dalam waktu 3-7 hari. Jika digunakan antibiotik oral, perlu dipertimbangkan pemberian dosis yang lebih tinggi agar diperoleh batas terapeutik dengan cepat.

Hemofilia

  • Definisi : suatu penyakit dimana pembekuan darah terganggu (darah yang keluar sulit berhenti / membeku)
  • Penyebab : Hemofilia A -> defisiensi faktor VIII (antihemofilik globulin), Hemofilia B -> defisiensi faktor IX (Christmast faktor)
  • Diturunkan pada kromosom x, resesif, terjadi pada laki-laki.
  • Perdarahan terlihat setelah 6 bulan,setelah aktifitas meningkat.Biasanya terjadi pada : muskulus, ginjal, mulut dan persendian.
  • Problema gigi : Tidak ada karakteristik, menjaga OH -> untuk pencegahan penyakit gigi
  • Perawatan Gigi
    • Hindari laserasi jaringan mulut
    • Perdarahan kecil -> presure pack + trombin.
    • Kontra indikasi lokal anestesi -> GA
    • Jarum spuit pada blok anestesi -> Perdarahan pada LATERAL PHARINGEAL SPACE (ruang pharingeal bag lateral)-> sulit penanganannya.
    • Rubber dam : – daerah kerja kering
    • menghindari laserasi
    • Jaringan lunak.
      • Exodonsi / pencabutan -> pilihan terakhir bila perawatan saluran akar tidak bisa dilakukan lagi.

Prosedur bedah / pencabutan

  • Dilakukan oleh suatu Team di RS
  • Dibawah GA
  • Premedikasi dengan transfusi plasma
  • Trauma sedikit
  • Pressure pack,soket isi dg gelfoam / hemostatik agent. Agar tidak lengket dengan blood clot, gauze + petrolium.
  • 4 jam post op -> tidak boleh makan / minum lewat mulut, sampai 24 jam makanan dlm bentuk cairan.
  • Instruksi ke ortu untuk lebih diperhatikan perawatan di rumah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s