Introductional Essay of IndonesianDentists

Posted: Juni 13, 2010 in IndonesianDentists, Mari Merenung!

Indonesiandentists adalah wadah untuk komunitas kesehatan gigi dan mulut untuk berbagi dalam ranah keprofesiannya maupun diluar ranah tersebut. Karena disadari atau tidak, kondisi global saat ini membutuhkan pemikir dan penggerak yang berasal dari segala lini kehidupan, tidak menutup harapan bagi seorang profesor, doktor, dokter, mahasiswa, atau bahkan karyawan yang berkecimpung di dunia kesehatan gigi dan mulut menuangkan idenya bagi kesejahteraan dan masa depan bangsa Indonesia tercinta.

Indonesiandentists didirikan di Surabaya pada tanggal 24 Agustus 2008 oleh beberapa mahasiswa kedokteran gigi yang senang saling mengutarakan idenya tentang dunia di sela-sela kesibukan kliniknya seperti pada umumnya mahasiswa kedokteran gigi. Saat itu mereka terinspirasi akan hembusan isu global warming yang hingga kini terkesan hanya hembusan saja, karena belum satupun tindakan nyata yang dapat diberikan melalui bidang keprofesian mereka.

Pernahkah anda berpikir kemanakah ujung tajam disposable syringe bekas penghasil Mercedes Benz yang teronggok di halaman parkir rumah? Sarung tangan latex bekas operasi di klinik atau rumah sakit yang menjadi mainan anak-anak di TPS? Ataukah lintingan kertas yang anda bakar dan hisap sepulang klinik dapat membuat anda berkeringat deras di pagi hari? Akankah tanggung jawab kita berhenti seketika pasien menyerahkan lembaran-lembaran rupiah pada anda?

Suara-suara nyaring “stop global warming” dengan lantangnya selalu diteriakkan dari hari ke hari oleh pembawa acara salah satu stasiun musik terkemuka di dunia, pemberitaan banyaknya titik api di hutan Kalimantan semakin sering terdengar, pembakaran pasar tradisional yang di kemudian hari dibangun kembali menjadi pasar modern juga lazim rasanya. Kenyataannya? Suhu bumi tetap naik. Es kutub utara tetap mencair dengan cepat. Anak dan cucu kita akan tinggal di atas pohon atau mencoba bernafas di Mars. Mungkin saja. Karena apa yang bisa dilakukan selama ini tak lebih dari “bersuara”.

Sekelumit petikan diatas mungkin kurang menggugah anda untuk memaknai, sebenarnya apa peran kita sebagai klinisi kesehatan gigi dan mulut dalam mencegah pemanasan global? Perlu disadari bahwa konsumsi selalu menghasilkan residu, klinik anda selalu mengkonsumsi cotton roll yang kemungkinan besar mengandung virus hepatitis setelah pemakaian, sarung tangan latex yang pasti bersimbah darah setelah ekstraksi dan operasi selesai (anda paling tahu tentang apa-apa yang dapat tertular ke orang lain melalui darah tersebut), larutan anestesi dan bahan tambal yang bersifat toksik dan tidak bisa didegradasi oleh tanah, belum lagi disposable syringe yang menjadi kambing hitam persebaran HIV, selama ini selalu pengguna narkoba yang disebut-sebut penyebar virus horizontal atas penggunaan jarum bergantian, tapi sadarkah anda bahwa andapun bisa menjadi penyebab anak kecil pemungut barang bekas di TPS menderita AIDS? Inilah residu klinik kita. Sudahkah anda mengelola sampah medis anda dengan baik dan benar?

Anda yang paling tahu sejauh mana kepedulian anda terhadap hal –hal kecil seperti ini. Memang tidak secara langsung berperan pada reduksi pemanasan global, tapi setidaknya kita dapat belajar untuk menjaga umat manusia di masa depan (yang mungkin pasti akan menerima hasil dari ulah kita) dari ancaman yang sebenarnya datang dari manusia sendiri, sampah yang tidak dikelola dengan baik, pencemaran air tanah oleh produk kimiawi, tumbuhnya sel-sel kanker di tubuh pasien karena paparan sinar ronsen berulang dan zat karsinogenik lain atas ketidakbijakan tata laksana klinik, serta banyak potensi buruk kita bila hal sekecil ini tidak diindahkan.

Adalah bijak untuk kita untuk tidak merusak (lagi) komponen bumi, saat ini bumi sudah rusak dan menunggu waktu kematiannya, perlukah kita mempercepat waktu kematiannya? Dengan ketidakpedulian kita terhadap sesama? Dengan pengelolaan sampah medis kita yang seadanya? Dengan Standard Operating Procedure yang ada?

Melalui forum ini diharapkan kontribusi dari guru, rekan, sejawat kesehatan gigi dan mulut yang merasa bertanggung jawab atas keprofesiannya untuk dapat saling bertukar ide, pendapat, bahkan solusi atas permasalahan yang nyata namun kronis ini.

Karena kita adalah insan kesehatan yang bertanggung jawab atas keprofesian dan perbuatan kita.

Komentar
  1. Esther Jonathan mengatakan:

    tks a lot saya baru akan mulai aktif kembali di UKGS bagi tips nya ya….sukses…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s