Kapita Selekta 2 : Odontologi Forensik

Posted: Juli 20, 2010 in Mari Belajar!
  • Mengapa gigi dapat dijadikan sebagai bahan identifikasi mayat? Gigi memiliki sifat-sifat seperti STABILITAS yang tinggi karena dari seluruh jaringan tubuh, gigi adalah organ terkeras yang tersusun atas mineral, sehingga gigi tahan terhadap panas (api) dan tidak mudah larut dalam air. Bersifat INDIVIDUALITAS/SPESIFITAS yang artinya bahwa setiap gigi tiap orang adalah berbeda dan unik meskipun kembar sekalipun (one of a kind) alias tidak ada yang menyerupai baik dari segi susunan geligi, bentuk gigi, ukuran gigi, kelainan yang terjadi pada gigi, atau adanya restorasi pada gigi seseorang. Bersifat TEREGISTRASI yang maksudnya dapat dimasukkan sebagai data ante mortem seperti dental record, x-ray photo, dan protesa.
  • Bahan identifikasi mayat selain gigi yaitu : Sidik Jari dan DNA.
  • Bagaimana metode identifikasi mayat dewasa melalui keadaan gigi dan mulutnya menurut GUSTAFFSON? Dengan memperhatikan pola atrisi, dentin sekunder, perlekatan gingiva, penutupan foramen apikal, transparansi akar, dan sementum sekunder.
  • Sebutkan 5 periode pertumbuhan gigi! Intra uterin, periode sebelum gigi tumbuh (0-6 bulan), periode sebelum geligi sementara (6 bulan-6 tahun), periode mixed dentition, periode geligi tetap.
  • Sebutkan manfaat mempelajari TANATOLOGI! Dapat digunakan untuk : Menentukan apakah seseorang sudah meninggal atau belum, menentukan berapa lama orang telah meninggal, membedakan perubahan-perubahan post mortal dengan kelainan-kelainan yang terjadi pada waktu korban masih hidup.
  • Bagaimanakah proses terjadinya lebam mayat? Pada waktu seseorang dinyatakan telah meninggal, maka pembuluh darah diseluruh tubuh akan berhenti dan terjadi stagnasi. Lalu karena pengaruh gravitasi, darah yang terekstravasasi akan menuju ke tempat terendah di tubuh dan mengendap disana serta menampilkan bintik-bintik (dapat juga berupa bercak) merah kebiruan (lebam mayat), misalnya : ketika seseorang tewas tergantung, maka kita dapat melihat bercak ataupun bintik merah kebiruan pada telapak kaki dan ujung-ujung jari yang tergantung. Jika korban tewas atau meninggal dalam posisi terlentang, maka bercak atau bintik merah kebiruan dapat terlihat pada punggung, pantat, paha bagian belakang, dan seterusnya.
  • Apa itu Visum et Repertum? adalah laporan tertulis untuk justisi yang dibuat oleh dokter atas sumpah, tentang segala sesuatu yang diamati, dilihat, dan ditemukan pada benda yang diperiksa berdasarkan pengetahuan sebaik-baiknya. Contoh visum et repertum : korban hidup, mayat, pemeriksaan TKP, penggalian mayat, mengenai umur, psikiatrik, mengenai berat badan.
  • Siapa sajakah yang berhak untuk meminta visum? Penyidik, Hakim Pidana, Hakim Perdata, atau Hakim Agama. • Siapa sajakah yang berhak membuat visum? Ahli kedokteran kehakiman atau dokter.
  • Apakah yang dimaksud dengan otopsi forensik? Otopsi yang dilakukan atas dasar perintah yang berwajib untuk kepentingan peradilan karena peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana dengan cara pembedahan jenazah untuk mengetahui penyebab kematian. (def : seksi/neuropsi/obduksi/bedah mayat). Contohnya : otopsi anatomis, otopsi klinis, otopsi forensik.
  • Siapa saja yang berhak meminta otopsi forensik? Penyidik, penyidik pembantu, provost, atau hakim pidana.

Terima Kasih!

Jangan berhenti belajar, anak bangsa!

Salam Sejawat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s