ANTIBIOTIK β-LAKTAM

Posted: Agustus 13, 2010 in Antibiotika dalam Kedokteran Gigi

Menurut definisi Waskman, antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Definisi ini harus diperluas, karena zat yang bersifat antibiotik ini dapat pula dibentuk oleh beberapa hewan dan tanaman tinggi. Macam-macam antibiotik yaitu: antibiotik β-laktam, kloramfenikol, tetrasiklin, makrolida (kelompok eritromisin), linkomisin, aminoglikosida, polipeptida dan fosfomisin.

Antibiotik β-laktam adalah antibiotik yang paling awal ditemukan dan dikembangkan. Yang termasuk antibiotik β-laktam, antara lain: penisilin, sefalosporin, monobaktam, karbapenem, inhibitor enzim β-laktamase. Senyawa yang berbeda-beda ini sama-sama memiliki cincin β-laktam. Spektrum kerja antibiotik β-laktam yang mencakup mikroba Gram negatif dan Gram positif, bervariasi bergantung pada masing-masing senyawa. Ada antibiotik β-laktam yang berspektrum luas terhadap mikroba Gram positif dan Gram negatif, ada pula yang hanya bekerja terhadap Gram negatif atau Gram positif saja dan beberapa hanya baik digunakan untuk mikroba tertentu.

Karakteristik Dasar

Golongan β-laktam termasuk obat-obat bakterisidal (membunuh mikroorganisme). Golongan ini menghambat pembentukan dinding sel bakteri dengan mengganggu sintesis peptidoglikan. Enzim-enzim pada bakteri yang dipengaruhi oleh β-laktam disebut penicillin-binding proteins (PBPs). Terdapat bermacam-macam PBPs yang dibedakan menurut fungsi, kuantitas dan afinitas terhadap β-laktam.

Pada prinsipnya, sebagian besar efek β-laktam melawan perkembangan bakteri yang membangun dinding sel mereka secara intensif. Di sisi lain, β-laktam tidak begitu efektif melawan mikroba yang dinding selnya tidak memiliki peptidoglikan (Chlamydia, mycoplasmata, rickettsiae, mycobacteria).

Farmakodinamik

Golongan β-laktam termasuk dalam kelompok antibiotik time-dependent (bergantung pada waktu), dimana antibiotik ini membunuh lebih baik saat konsentrasi konstan berada di atas konsentrasi hambat minimum (KHM). Laju dan tingkat penghambatan relatif konstan saat konsentrasinya sekitar empat kali KHM dari mikroorganisme, sehingga tujuan terapi adalah untuk mempertahankan keadaan ini selama mungkin pada tempat infeksi saat interval dosis. Puncak konsentrasi pada obat-obat golongan β-laktam tidak terlalu penting. Pada infeksi sedang, konsentrasi yang cukup untuk mengobati infeksi yaitu bila melampaui 40–50 % KHM pada interval pemberian. Durasi optimum dimana konsentrasi antibiotik tetap berada di atas KHM belum diketahui.

Maka dari itu, penggunaan antibiotik β-laktam dengan dosis normal atau lebih tinggi tetapi belum bertahan dalam waktu yang cukup lama, tidak akan menghasilkan efek terapi yang diinginkan. Pada umumnya dosis obat berbanding lurus dengan konsentrasi obat dalam plasma, dan konsentrasi dalam plasma berbanding lurus juga dengan efek yang dihasilkan. Sedangkan untuk obat golongan β-laktam hal ini tidak berlaku, karena walaupun  dosis obat berbanding lurus dengan konsentrasi obat dalam plasma, tetapi efek yang dihasilkan obat golongan β-laktam tidak berbanding lurus dengan konsentasi di dalam plasma. Hal ini dikarenakan obat-obat golongan β-laktam baru akan menghasilkan efek yang diinginkan ketika kita menggunakan obat tersebut dengan dosis normal (tertentu) dengan waktu (durasi) penggunaan yang cukup lama (tertentu).

Farmakokinetik

Sebagian besar golongan β-laktam tidak tahan terhadap asam dan terurai oleh asam lambung. Absorbsi β-laktam pada saluran pencernaan terbatas. Sebagian besar sediaan β-laktam adalah sediaan parenteral. Esterifikasi dari obat asli terkadang diperlukan untuk memfasilitasi absorbsi. β-laktam yang teresterifikasi sebaiknya diberikan bersama makanan.

Golongan β-laktam sebagian besar tersebar di ekstraselular. Penetrasi β-laktam pada membran biologis dan penetrasi intraselulernya terbatas, terkadang hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian dosis yang lebih tinggi.

Sebagian besar golongan β-laktam dieksresikan lewat ginjal, kecuali oxacillin, cefoperazon, ceftriaxon.

Waktu paruh golongan β-laktam lebih singkat yaitu berkisar antara 2–2,5 jam. Ceftriaxon memiliki waktu paruh yang lebih panjang yaitu sekitar 8 jam dalam sekali pemberian.

Terima Kasih,

http://yosefw.wordpress.com/2008/03/26/antibiotik-%CE%B2-laktam/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s